Sangat setuju demi menjaga privasi
Ungaran — Dalam rangka meningkatkan sekaligus memetakan kemampuan berbahasa Indonesia peserta didik, seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 2 Ungaran mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang diselenggarakan bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah pada Selasa, 1 September 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen sekolah dalam memperkuat budaya literasi serta membekali peserta didik dengan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik, khususnya menjelang mereka menyelesaikan pendidikan di jenjang sekolah menengah atas dan melanjutkan ke perguruan tinggi maupun dunia profesional.
Pelaksanaan UKBI dilakukan secara daring (online) dengan memanfaatkan perangkat komputer dan jaringan internet. Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti sejumlah sesi pengujian yang dirancang untuk mengukur kemampuan berbahasa Indonesia secara objektif dan terstandar.
Dua sesi yang menjadi bagian dalam pelaksanaan tes yang diikuti siswa adalah Sesi Mendengarkan dan Sesi Membaca. Pada sesi mendengarkan, siswa dituntut untuk mampu memahami informasi yang disampaikan melalui wacana lisan. Sementara itu, pada sesi membaca, siswa dihadapkan pada berbagai teks dan dituntut untuk memahami, mengolah, serta menarik informasi dari bacaan.
Pelaksanaan secara daring memberikan pengalaman tersendiri bagi para siswa. Selain menguji kemampuan kebahasaan, kegiatan ini juga melatih konsentrasi, ketelitian, kemampuan memahami informasi, serta kesiapan peserta didik dalam mengikuti asesmen berbasis teknologi.
UKBI sendiri merupakan instrumen resmi yang dikembangkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, untuk mengukur tingkat kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia. UKBI Adaptif dilaksanakan secara daring dan dirancang untuk memberikan gambaran objektif mengenai kemampuan berbahasa peserta.
Keikutsertaan dalam UKBI memberikan sejumlah manfaat bagi peserta didik. Pertama, siswa dapat mengetahui tingkat kemahiran berbahasa Indonesia yang dimilikinya berdasarkan hasil pengukuran yang terstandar. Hasil tersebut dapat menjadi bahan refleksi untuk mengetahui kemampuan yang sudah baik maupun aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Kedua, UKBI dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa. Kemampuan memahami bacaan dan informasi lisan merupakan keterampilan penting yang tidak hanya dibutuhkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, tetapi juga dalam berbagai mata pelajaran lainnya serta kehidupan sehari-hari.
Ketiga, bagi siswa kelas XII, pengalaman mengikuti UKBI menjadi bekal penting untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun dunia kerja. Kemampuan berkomunikasi dengan bahasa Indonesia yang baik menjadi salah satu kompetensi penting dalam lingkungan akademik dan profesional.
Selain itu, peserta yang mengikuti UKBI akan memperoleh hasil atau sertifikat sebagai bukti capaian kemahiran berbahasa Indonesia. Sertifikat tersebut dapat menjadi dokumen pendukung yang menunjukkan kemampuan kebahasaan seseorang. Badan Bahasa juga menempatkan UKBI sebagai instrumen yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pendidikan dan profesional.
Pelaksanaan UKBI di SMAN 2 Ungaran bukan sekadar kegiatan mengikuti tes, tetapi menjadi bagian dari upaya sekolah untuk membangun kesadaran bahwa kemampuan berbahasa merupakan fondasi penting dalam proses belajar.
Kemampuan membaca dengan pemahaman, menyimak informasi secara cermat, serta mengolah informasi secara tepat akan sangat membantu siswa dalam menghadapi berbagai tantangan akademik dan kehidupan di masa depan. Badan Bahasa juga menekankan bahwa hasil UKBI dapat dimanfaatkan sebagai bahan pemetaan dan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan literasi peserta didik.
Melalui kerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah ini, SMAN 2 Ungaran berharap seluruh siswa kelas XII mendapatkan pengalaman sekaligus gambaran yang lebih objektif mengenai kemampuan berbahasa Indonesia yang mereka miliki.
Mengikuti UKBI berarti mengenali kemampuan diri, meningkatkan literasi, dan mempersiapkan diri untuk masa depan. Bagi siswa kelas XII SMAN 2 Ungaran, pengalaman ini diharapkan menjadi salah satu bekal penting untuk melangkah ke jenjang pendidikan dan kehidupan yang lebih luas dengan kemampuan komunikasi yang semakin baik.
Tinggalkan Komentar